Selasa, 16 Maret 2010

Char Kew Teow Lorong Selamat - Penang

Pesawat AirAsia mendarat 10 menit lebih awal di Penang International Airport yang berlokasi di Bayan Lepas dan sekitar 10:15 keluar dari badan pesawat dan menuju ke imigration, tidak terlalu ramai karena umumnya penumpang dari Indonesia ke Penang untuk berobat dan yang paling gemuk adalah rute Medan - Penang. Dari airport aku naik bis ke Jetty hanya membayar 2.7 RM bandingkan dengan menggunakan taksi yang pasti di atas 30 RM, bisnya cukup bersih dan dingin dan kurang lebih 45 menit sampai di Jetty,dermaga penyeberangan ke Medan maupun ke Semenanjung Malaysia. Hari ini Sabtu 13/3 aku akan menginap di Bay View Hotel di Georgetown dan dua malam berikutnya akan menginap di Shangrila Rasa Sayang Batu Feringgi, resor bintang 6 dengan view yang cantik sekali. Dari Jetty aku naik free suttle bus MPPP dengan rute Jetty Komtar pulang balik dan akan melewati banyak tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi seperti Mesjid Kapitan Keling, Kuan Yin Temple,
St George Church, dan masih banyak lagi karena memang Penang terkenal sebagai kota dengan bangunan peninggalan kuno yang dilestarikan dan didukung oleh UNESCO

Aku berhenti di Penang Road dan berjalan sedikit ke arah Upper Penang Road di mana hotel Bay View berada, hotel bintang 4 yang cukup ramai dan harus menunggu kurang lebih satu jam dan baru jam 1 siang dapat kamar hotelnya, Pelayanan sangat check in sangat tidak simpatik karena aku dibookingkan oleh seorang teman dengan harga khusus dan saat aku check ini oleh receptionist beliaunya diminta hadir kalau tidak maka tidak akan mendapatkan special rate dan cara menjelaskannya sangat kasar dan untung assistant manager hotel tiba-tiba menghampiri dan membantu permasalahan dan menurutnya tidak masalah. Huhhh hotel yang bagus tetapi sayang receptionistnya kurang profesional.

Udara di luar panas sekali sekitar 35 C, keinginanku untuk keluar hotel dan segera menikmati Char Kew Teow di Lorong Selamat terpaksa harus aku tahan dulu. Kamar hotelnya cukup luas walaupun sudah sedikit old style dan benar-benar family style hotel dengan view gedung tertinggi di Penang Komtar dan juga dari jauh terlihat jembatan yang menghubungkan Penang dan Semenanjung Malaysia.

Setelah sempat tertidur beberapa saat, sudah sekitar jam 5 sore dan aku segera mandi karena temanku akan menjemput untuk makan malam sekitar jam 7 an. Akhir ketemu juga dengan teman lama di Penang, dan kami putuskan untuk jalan kaki di sekitar Upper Penang Road yang banyak Cafe dan juga tempat makan yang menyenangkan.
Saat lewat di Penang Road ada food court yang menarik dan aku coba makan di sana dan cukup ramai, makanannya cukup lumayan tapi karena aku merasa kurang fit jadi hanya mencoba beberapa makanan saja. Setelah puas berjalan-jalan aku balik ke hotel dan temanku pulang karena besok masih harus ke kantor walaupun hari minggu karena masih banyak yang harus diselesaikan dan dia akan menjemput aku saat check out untuk pindah ke Shangrila Rasa Sayang di Batu Feringgi yang cukup jauh dari Georgetown.

Pagi sekitar jam 06:00 aku sudah tidak bisa tidur lagi karena biasa di Jakarta bangun jam 05:00 pagi, hm aku pikir kayak robot ya aku ini karena sudah hampir 20 tahun bekerja dan harus bangun jam 05:00 pagi akibatnya susah untuk tidur lebih lama.

Setelah mandi dan sarapan pagi di hotel, hm tempat makannya cukup menarik karena ada bagian beranda terbuka dan aku bisa menikmati nasi lemak, roti prata atau canai dan kemudian berjalan sepanjang Penang Road dan naik bis MPPP untuk melihat-lihat beberapa bangunan bersejarah dan seperti biasa jeprat-jepret sana sini dan menyempatkan diri ke gereja eh ternyata salah karena bukan Roman Catholic tapi Anglican jadinya aku merasa kurang nyaman dan segera keluar dari gereja dan melanjutkan melihat-lihat beberapa tempat lainnya dan sudah sekitar jam 12:00 dan temanku sudah sms kalau sudah menunggu di lobby hotel dan aku segera kembali ke hotel dan check out dan akhirnya yang aku impikan sejak berangkat akan segera terkabul yaitu
makan Char Kew Teow di Lorong Selamat hm ditambah lagi dengan es kacang dan oyster goreng telur hmm sampai sekarang masih pengen lagi.

Sebelum kami ke Batu Feringgi, aku diturunkan di Burmese temple dan temanku kembali ke kantornya untuk menyelesaikan sesuatu dan sekitar 20 menit aku melihat-lihat Burmese Temple dan persis di seberangnya adalah Thai Temple hm jadi sekali jalan langsung melihat dua tempat wisata, cukup bersih dan teduh karena banyak pepohonan dan akhirnya menuju Batu Feringgi dan perjalanan agak mendaki dan berkelok-kelok dan begitu masuk ke Batu Feringgi di sisi kanan jalan nampak pantai dengan batu batu besar seperti di pulau Bangka dan cuaca masih sangat terik.

Akhirnya sampailah kami di Shangrila Rasa Sayang Resort & Spa hm sangat luas karena mempunyai 2 wing yaitu Rasa Wing dan Garden Wing serta Golden Sand Beach Hotel Shangrila. Aku menginap di Garden Wing dan dari awal sudah kukirim email untuk Sea View Room yang tidak terhalang oleh pepohonan. Pelayanan front lobby yang sangat profesional dan kamar dengan sea view dan swimming pool yang sangat indah.

Sekeranjang buah-buahan sudah menanti dilengkapi kartu ucapan selamat datang dan segera kami duduk di balkon kamar menikmati hembusan angin laut dan menikmati buah-buahan ada mangga, jeruk, pisang, apel, anggur wah hilang rasa letih dan bisa melupakan kesibukan sehari-hari.

Sekitar jam 04:00 kami turun dan berenang kurang lebih 1 jam dan melihat-lihat water sport di sekitar pantai dan setelah selesai mandi kami ke night market dekat hotel dan mampir di Hard Rock Hotel untuk membeli kaos karena kami berdua memang suka koleksi kaos Hard Rock dan makan malam steak di ship Steak yang bentuknya mirip kapal yang cukup besar dan hm kenyang karena kami memesan paket termasuk escargot, steak, cream soup dan brownies yang pekat sekali coklatnya hmm benar-benar kenyang dan kembali ke hotel berjalan jalan sebentar dan istirahat malam dan sebelum itu aku sudah memesan taksi untuk besok keliling beberapa tempat yang belum aku kunjungi karena temanku harus bekerja besok paginya.

Sekitar jam 10:00 an supir taksi datang dan namanya Alex seorang keturunan chinese berumur 60 tahun tetapi sangat energik dan cukup ramah. Aku minta diantar ke Chong Fat Tse Mansion House, yang merupakan orang terkaya di Penang, Chong Fat Tse adalah perantauan dari China yang pergi ke Indonesia dan mempunyai banyak properti di Batavia, Singapore, Medan, Hong Kong, China termasuk di Penang dan yang di Medan diwariskan ke Chong A Fei keponakan lelaki dari Chong Fat Tse, karena baru buka jam 11:00, aku mampir dulu membeli kue tambun alias pia yang memang rasanya enak dan kacang hijaunya wangi bawang goreng. Setelah menunggu hampir 15 menit dan harus membayar 12 RM, rombongan diantar masuk ke dalam Chong Fat Tse mansion dan dijelaskan mengenai sejarah dan apa-apa yang ada di dalam dan ternyata istri resminya ada delapan orang dan yang paling dicintai adalah yang nomer tujuh dan itu belum termasuk gundik atau selir-selir yang lain hmmm luar biasa ya

Mansion ini cukup romantic dengan banyak ornamen dan pintu dan jendela dan sekitar 200 lebih jendela di mansion tersebut. Sebagian kamar sekarang disewakan menjadi hotel dengan tarif yang cukup terjangkau, mau mencoba menginap???

Setelah melihat-lihat, aku minta ke Pak Alex untuk mencari tempat makan siang nasi kandar dan kami makan di jalan Burma ada Nasi Kandar yang lumayan enak dan dilanjutkan ke Kek Lo Si temple yang ada di bukit Penang di wilayah Air Hitam.

Temple ini berada di lereng bukit dan sangat luas, dari jauh nampak pagoda dan juga patung Kuan Yin dari perunggu yang sangat besar. Sebenarnya templeada tiga ini ada 3 bagian yaitu temple yang lama kemudian di atasnya bisa dicapai dengan mobil atau naik semacam lift khusus ke temple baru dengan patung Kuan Yin perunggu dan di samping temple lama ada pagoda yang tinggi menjulang.

Puas berkeliling temple, aku putuskan untuk kembali ke hotel tetapi melalui rute berbeda yaitu rute Balik Pulau melewati Batu Bahang dan memakan waktu cukup lama karena berkelok-kelok dan banyak traffic light untuk mengatur agar kendaraan dari arah berlawanan bergiliran lewat karena jalan yang cukup sempit untuk mobil berpapasan. Akhirnya 5 jam perjalanan dan saya harus membayar 40 RM per jam atau 200 RM untuk trip kali ini, cukup besar tapi menyenangkan.

Ini hari terakhir di Penang sebelum besok pagi balik ke Jakarta dengan flight 10:45 dan sudah hampir semua tempat aku kunjungi kecuali train di Penang Hill yang masih direnovasi dan juga taman buah, taman kupu-kupu, taman rempah-rempah dan aku lebih suka menikmati suasana di hotel dan masih ingin berenang selagi cuaca tidak terlalu panas hmm byurrr puas rasanya tour ke Penang kali ini karena ketemu kawan lama, makan Char Kew Teow, resort yang bagus dan viewnya indah sekali, tour di kota yang menyenangkan dan rasanya cukup komplit dan pasti aku akan kembali lagi untuk menikmati Char Kew Teow Lorong Selamat lagi

2 komentar:

Azizka Inneke mengatakan...

Terima kasih Kevin dengan penjelasan yang sangat lengkap dan detail... Foto2nya juga sangat menarik, terutama kwetiauwnya jadi buat ngiler deh... Kalau saya mau ke Penang, blog anda sangat membantu saya dalam menyiapkan rute perjalanan ke Penang. Buat lagi ya cerita perjalanan ke tempat lain.

istanti mengatakan...

Waduuuh bagus-bagus dan asyik banget fotonya Pak ....